Jadi ingat dengan catatan lama tentang sabar [Sabar seperti air: unstopable] yang mengajariku bahwa sabar bukan pasrah menyerah, bukan menerima keadaan tanpa daya. Sabar adalah tekun, fokus, dan konsisten memperjuangkan gagasan kebaikan dan cara kebenaran meski tak henti aral melintang. Ya, abstraksi ini harus dibuatkan alurnya, kondisi ini harus diarahkan jalurnya; let it flow!
Lagi-lagi catatan lama tentang menduga [Menduga dalam bekerja] yang seringkali menjebak kita dalam pusaran tak berujung. Sekumpulan qila wa qala yang pada akhirnya kita jenuh dan jengah sendiri dengan sekumpulan kebingungan yang dirajut dengan kebimbangan dan berbuah ketidak jelasan. Seseorang mengingatkanku bahwa yang berbahaya saat ini adalah insecurity and uncertainty. Yup, that's right! Lalu apa yang perlu dilakukan? firstly, try to stem the flow!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar