Jabatan selalu diidam-idamkan oleh banyak orang, ternyata bukan karena pundi uang yang bisa terkumpul lebih banyak, tetapi karena dengan jabatan seseorang memiliki kewenangan menilai orang lain. Kewenangan yang seperti ini begitu megah terlihat karena boleh dikata hampir mendekati haknya Al-Hakim; Allah SWT, Tuhan Yang Maha Adil. Bagaimanakah lika-liku menilai orang lain itu?
Senin, 14 September 2020
Senin, 07 September 2020
Signifikansi Menilai Signifikan
Sikap kita tentang sesuatu bermula dari penilaian kita tentang sesuatu itu. Logika sederhana ini berlaku umum dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks yang beragam. Hanya agar tidak meluber kemana-mana, catatan ini akan menjadikan relasi pengelolaan SDM dan penataan organisasi sebagai illustrasi dari penerapan logika tentang signifikansi penilaian signifikan sebagaimana diulas di awal diskusi ini.
Langganan:
Komentar (Atom)
TULISAN POPULER
(Do not) Go with the flow
Jadi ingat dengan catatan lama tentang sabar [ Sabar seperti air: unstopable ] yang mengajariku bahwa sabar bukan pasrah menyerah, bukan men...

